Halaman

Selasa, 17 Januari 2012

Tips Merawat Printer Infus

Bagi seorang Mahasiswa Printer mungkin menjadi salah satu nyawa baginya,karena tanpa Printer kita tidak bisa bernafas karena tercekik oleh deadlin makalah,karya tulis dll *Lebeys .nah untuk kantong Mahasiswa agar tidak terjadi pemborosan maka biasanya sebuah Printer di tambahkan Fasilitas infus *Lagi sakit mungkin nih Printer hehe,agar menghindari pemborosan dalam penggunaan Cartridge yang harganya Selangit bahkan mungkin melebihi harga Printer itu sendiri.Agar Printer Infus yang kita milili awet ampe turunan ke-8 ikutilah tips-tips yang saya dapat dari sumber di bawah ini.


 
1. Printer dan posisi tabung infus harus sejajar.:
Saat penggunaan printer, jangan menaruh botol di bawah atau di atas printer. Keduanya harus berada dalam posisi sejajar. Baca terus untuk penjelasannya.
2. Perhatikan Posisi Tinta:
Perhatikan bahwa posisi tinta di kedua tangki dalam botol memang dan harus tidak sama rata. Yg tangki kecil selalu di posisi yang rendah. Hal ini dikarenakan tinta dalam botol harus sejajar dengan tinta di catridge printer.
Apabila tangki kecil lebih tinggi dari catridge printer, maka tinta akan menekan terus (sifat air: mau sama tinggi/ sama rata) yg akhirnya membuat tinta dalam catridge menjadi bocor.
Inilah gunanya tangki dalam botol ada dua. Yaitu untuk menjaga tinta di botol tetap sejajar dengan tinta dalam catridge.
3.Perhatikan Katup Pada Botol:
A. Saat mencetak, katup kecil harus dibuka, katup besar harus tertutup. B. Saat mengisi tinta baru, katup kecil harus ditutup, katup besar harus terbuka. Dan isilah tinta baru dalam tangki yang besar, bukan yang kecil. C. Saat ingin memindahkan posisi tabung/ printer, kedua katup harus tertutup agar ketinggian tinta tetap terjaga. D. Jangan sampai kedua katup terbuka karena tinta dalam kedua tangki akan menjadi sejajar. E. Tangki besar harus lebih tinggi dari tangki kecil. Jika sudah hampir habis (sekitar 1-2 cm), segera isi kembali. F. Perhatikan bahwa dengan cara ini, tinta di tangki kecil tidak akan habis karena akan diisi kembali oleh tinta di tangki besar (selama tintanya masih ada).
Gambar A:
Gambar B:
Gambar C:
4. Jika tangki kecil menjadi tinggi atau sejajar dengan tangki besar:
A. Buka kedua katup besar dan kecil. Biarkan tinta menjadi sama rata untuk sementara.:
B. Kosongkan sedikit tangki besar kira-kira hingga sisa setengah ke bawah. Jangan terlalu tinggi. Anda bisa gunakan suntik tinta untuk menghisap tinta dalam botol.:
C. Miringkan botolnya hingga tangki kecil isinya berkurang. Perhatian, saat memiringkan botol, katup pada botol lainnya ditutup agar tidak tumpah.:
D. Saat tangki kecil sudah hampir habis, tutup katup kecil.:
E. Luruskan kembali botolnya, lalu tutup katup besar.:
F. Buka kembali katup kecil agar tingginya disesuaikan dengan catridge.:
5,6,7 & 8:
5. Jika ada udara dalam selang, lakukan head cleaning. Biarkan tinta mengalir hingga udara dalam selang habis. 6. Jika tinta tidak mengalir, berarti head catridge tersumbat. Coba dibersihkan atau ganti catridge yang baru.
7. Sering-seringlah perhatikan tinta dalam botol pembuangan yang terletak di belakang printer. Kosongkan jika sudah setengah penuh.:
Tinta pembuangan jangan dipakai lagi. Walaupun warnanya hitam, tetapi tinta tersebut sudah bercampur dengan seluruh warna. Jika dipakai ulang, warna hitamnya tidak maksimal. (Jika printer anda belum punya saluran pembuangan, segera minta teknisi tinta infus untuk menambahkannya.)
8. Terakhir dan yang terpenting: Gunakan printer setiap hari. Jika tidak ada yang ingin dicetak, cukup lakukan head cleaning 1x.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...